Sabtu, 04 Juli 2020

ISTILAH KAPILAH MENGGONGGONG ANJING BERLALU

Ada pepatah yang menggambarkan “kecuekan” atau “ketidakpedulian” satu pihak terhadap pihak lain dalam konotasi yang meremehkan. Pepatah itu adalah, “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu”. Yang diremehkan adalah “anjing yang menggonggong”. Dan yang meremehkan adalah “kafilah yang sedang lewat di depan anjing”.

Tetapi, peribahasa itu sudah terbalik. Terbalik menjadi, “Kafilah Menggonggong, Anjing Berlalu.” Supaya agak cantik sedikit, kita ganti menjadi “Kafilah Menjerit, Anjing Berlalu.” Dalam hal ini, “kafilah” yang sekarang diremehkan dan dilecehkan oleh “anjing”.

Khusus untuk tulisan ini, “kafilah” adalah “rakyat” yang sejatinya berposisi kuat dan berdaulat. Rakyat tidak terpengaruh oleh ribut-ribut yang ditunjukkan oleh “anjing”. Atau, kekuatan rakyat tidak terpengaruh oleh gonggongan orang-orang yang berniat buruk. Sekali lagi, rakyat kuat, rakyat berdaulat.

Tapi, itu dulu. Sekarang, “kafilah” atau “rakyat” menjadi tak berdaya. Tak dipedulikan. Kedaulatan “kafilah” dilecehkan. Sebab, “anjing-anjing” telah berubah menjadi kekuatan dahsyat. Yang menjerit (menggonggong) justru “kafilah”, bukan lagi “anjing”.

Syahdan, anjing tidak lagi sepele sebagaimana penafsiran pepatah asli “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu.” Kedua pihak di dalam peribahasa ini telah berganti posisi. Sekali lagi, hari ini “Kafilah Menjerit, Anjing Berlalu”. Berlalu dengan santai!

ISLAM AKAN HANCUR DENGAN YANG MENGAKU ISLAM

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakutuh


Nabi besar Muhammad SAW, telah banyak menyampaikan bagaimana keadaan umat islam diakhir zaman melalui hadis-hadis yang beliau wariskan untuk umat islam sebagai salah satu sumber hukum bagi umat islam, sebagai penuntun menuju jalan yang benar, jalan yang dirahmati oleh Allah SWT. 

Namun pada kenyataannya di akhir zaman seperti sekarang ini banyak umat islam yang menutup diri pada firman-firman Allah SWT dan Hadis-hadis Nabi besar Muhammad SAW demi mengejar ambisi hawa nafsu dunia baik berupa kekayaan dan kekuasaan. 

Akibatnya Islam dijadikan alat untuk berebut kekuasaan, dan lebih memprihatinkan lagi adalah para pengikutnya yang juga lupa bahwa Nabi Muhammad pernah menyampaikan perkara ini melalui hadis-hadisnya antara lain :

1. Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata, " Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW." (HR Bukhari dan Turmudzi) 

Jumat, 03 Juli 2020

JANGAN MENGHAPUS PERSAUDARAAN KARENA KESALAHAN

Jangan Menghapus Persahabatan Karena Suatu Kesalahan

 

Bila perbuatannya menyakitkan, kuatkanlah hati, bersabar dan mengalah pada amarahmu. Jangan sampai kamu menghapus tali silaturahim/persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan, tapi hapuslah kesalahan demi persaudaraan. Hidup bukan tentang siapa terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.

 

Karena hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat lebih banyak kebaaikan dalam hidupnya. Maka, disaat kamu didzalimi, dikhianati, iddibenci, dihina, dan diperlakukan tidak adil, jangan sampai kamu membalasnya dengan hal yang sama. Melunaklah, karena tiap kesabaran dan keikhlasan itu taming di hatimu, tentu akan Allah balas dengan kebaikan-Nya secara sempurna.

 

Bukan kalah, karena merendah  saat marah jauh lebiih baik dari ikut marah

Kita harus tahu, mengalah ditengah dentingnya emosi itu baik. Karena mengalah bukan berarti kalah, sebab merendah disaat mereka amarah jauh lebih baik dari ikutan marah. Dia mengatakan yang menyinggung perasaan? Seakan mengolok-mengolok harga dirimu? Tidak jadi masalah, asal semua yang dikatakannya tidak pernah kamu lakuin.

 

Allah tak pernah tidur. Dia Maha melihat yang terjadi. Pasrahlah kepadaNya

Sadarlah, Allah tidak pernah tidur, Dia melihat semua yang terjadi, termasuk perbuatannya kepadamu.

Maka pasrahlah hanya kepada-Nya, jangan keburu emosi, sebab semua yang dia lakukan adalah urusan Allah, dan percayalah bila Allah yang mengurusnya maka tentu semuanya akan sempurna.

 

Tak usah mengadili. Biar Allah mengadili secara sempurna, biar dia salah pada kita

Yang harus dilakuin hanya urus hatimu agar tenang, ikhlas, dan bisa memafkan. Jangan pernah putus tali persaudaraan hanya sebuah kesalahan, karena saat kita putus tali silaturrahim maka kita memutus jalannya kebaikan yang datang dari Allah.

 

Bagaimana cara agar hati tetap tenang? Yaitu, kamu tidak usah mengadilinya dengan kesalahan yang dia perbuat, biar Alah yang mengadili secara sempurna, bila memang dia bersalah kepadamu.

 

Jangan hapus pertemanan dan persaudaraan hanya karena sebuahg kesalahan

Intinya, jangan lenakan emosimu ketika orang lain, berbuat salah kepadamu, karena kesalahan bila diselesaikan dengan cara yang salah maka akan menimbulkan masalah. (Lailiyatus Saadah; Bahan dari :  https://humairoh.com/jangan-meghapus-persaudaraan-hanya-suatu-kesalahan-namun-hapuslah-kesalahan-demi-lanjutnya-persaudaraan/