Selasa, 22 September 2020

MEMIKIRKAN TENTANG CIPTAANNYA LANGIT DAN BUMI.

KAJIAN TENTANG MEMIKIRKAN PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI – TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 164

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللَّـهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, maka dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan akan kebesaran dan sekaligus memerintahkan agar akal kita digunakan sehingga kita menjadi orang-orang yang berpikir. Ketika kita melihat alam semesta, maka kita disitu berusaha mengambil faidah. Jangan sampai kalau kita melihat alam yang indah, jalan-jalan ke gunung, hanya sebatas menikmatinya saja. Kita hanya sebatas melihat keindahannya tapi tidak berusaha untuk memikirkan dan mengambil faidah dari itu semuanya.

Allah mengatakan, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.” Dan sudah kita jelaskan kemarin bagaimana Allah menciptakan langit tujuh lapis. Dan bahwasanya lapis pertama saja, Allah sebutkan tebalnya seribu tahun perjalanan. Dan jarak antara bumi sampai ke ‘Arsy adalah lima puluh ribu tahun perjalanan. Ini menunjukkan betapa besarnya makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bumi demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan tujuh lapis. Dimana lapisan-lapisannya tentunya hanya Allah yang Maha Tahu. Allah jadikan di bumi ini gunung yang berfungsi sebagai paku supaya bumi tidak goncang. Maka dengan adanya gunung-gunung yang Allah letakkan, bumi menjadi diam dan kokoh.

Di bumi ini juga Allah jadikan lautannya lebih banyak daripada daratannya. Hanya Allah yang memiliki hikmah-hikmah yang besar. Di dalam bumi ini ada dapur magma yang sangat panas sekali. Tentu di antara hikmah kenapa laut lebih banyak adalah untuk mendinginkan bumi ini. Demikian pula Allah jadikan laut bergelombang dan asin. Bayangkan kalau tidak bergelombang dan tidak asin, tentu baunya akan busuk. Dan subhanallah.. Allah ciptakan di dalam lautan sesuatu yang luar biasa. Semua makhluk-makhluk yang ada di bumi, di lautan ada.

PERGANTIAN MALAM DAN SIANG

Kenapa Allah tidak jadikan malam terus? Dan kenapa Allah tidak jadikan siang? Sebab kalau siang terus, bumi akan menjadi panas. Sebaliknya, kalau malam terus maka akan beku dan tidak ada kehidupan. Maka Allah putarkan siang malam agar seimbang semuanya. Allah menjaga keseimbangan yang ada di langit dan di bumi ini.

Pergantian malam dan siang artinya dari gelap gulita menjadi terang-benderang, panas menjadi dingin, demikian pula apa yang ada padanya berupa siang dan malam. Allah jadikan malam untuk tempat beristirahat. Orang yang terbalik, malamnya bangun dan siangnya tidur, pasti lama-lama penyakitan. Hal ini karena tidak sesuai dengan sesuatu yang telah Allah tentukan. Allah tentukan malam sebagai tempat istirahat dan siang untuk mencari nafkah.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN TENTANG MEMIKIRKAN PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI – TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 164

Pemutar Audio
00:00
00:00

Sabtu, 05 September 2020

MANFAAT GRUP WA

Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika kita bergabung dalam grup WA. Itu yang akan saya bahas kali ini. Tentu, berdasarkan pengalaman pribadi. Yang perlu digarisbawahi adalah eh ... maaf. Yang perlu digarisbawahi adalah kalian bisa menonaktifkan suara notifikasi (senyap mode on) dalam kurun waktu tertentu agar tidur malam tidak terganggu. Saya pribadi justru menonaktifkan suara notifikasi semua grup WA tanpa kehilangan informasi satu pun karena saya pengguna WA aktif yang lebih sering dihubungi melalui WA ketimbang SMS. Ketika membuka WA, otomatis saya bisa sekalian membaca pesan-pesan di grup WA yang angkanya kadang mencapai seribuan (belum terbaca). Kalian bisa memilih grup mana yang suara notifikasinya dinonaktifkan. Tidak perlu semua, jika tidak ingin.

Jadi, berdasarkan pengalaman pribadi, apa saja manfaat bergabung di grup WA?

1. Tidak Kehilangan Kontak

Aman memang menyimpan kontak di sim card. Tapi berapa kapasitas sim card? Kira-kira dua ratusan kontak. Ketika sim card penuh, maka kalian akan diberi pilihan menyimpan kontak di smartphone-nya atau di handphone-nya. Ini yang bermasalah. Karena, ketika kalian mengganti smartphone, atau smartphone rusak, atau smartphone di-flash, maka semua kontak yang tersimpan di smartphone lenyap. 

Hal serupa bisa terjadi juga apabila sim card yang rusak.

Memang benar, kalian dapat mengekspor kontak ke akun Gmail agar tidak hilang selamanya, akan tetapi adalah sifat dasar manusia (baca: sifat dasar saya) selalu lupa. Sudah kejadian smartphone rusak, baru ingat. Begitu beli smartphone baru, lupa lagi. Hahaha. Yang lebih parah kalau lupa password akun Gmail. Paraaaah banget itu ah.

Pengalaman saya, ketika smartphone rusak dan saya belum mem-back up kontak ke akun Gmail, saya kehilangan semua kontak yang tersimpan di smartphone. Tapi dengan log in kembali ke WA, maka histori percakapan akan terlihat termasuk grup-grup itu. Horeee! Tinggal masuk grup, lihat info, simpan kembali kontak yang ada di daftar anggota grup. Profil anggota tidak ada foto, bisa lihat nama. Tidak ada nama, bisa lihat foto. Terus disimpanlah nama dan nomor mereka ke kontak. Tapi bagaimana jika foto profilnya adalah foto anak (dan saya tidak tahu itu anak sapope) dan tidak ada nama yang dipakai? Tanya saja ke grup. Hehe.

2. Selalu Tahu Informasi Terkini

Selalu tahu informasi terkini ini terutama untuk grup kantor. Kenapa grup? Karena broadcast sudah usang, menurut saya. Satu dua orang memang tidak memakai smartphone, tapi itu tidak masalah. Admin atau pihak pemberi informasi/pengumuman tinggal mengirim informasi ke grup WA, dan mengirim informasi ke satu atau dua orang yang tidak memakai smartphone atau tidak menjadi anggota grup tersebut. 

Saya paling suka sama grup WA kantor karena informasi Upacara Bendera Senin pagi, seragam yang dipakai dalam acara tertentu, atau informasi liburan, pasti langsung dipos di grup Wa kantor tersebut.

3. Media Reuni

Saya pernah menulis di grup WA Alumnus SMP Negeri 2 Ende Angkatan Rahasia. Tulisannya kira-kira begini:

Ini nih kalau dulu kita beli diary untuk tulis bio-data. Saya punya kebanyakan bio-data kakak kelas. Kalau dulu kamu punya bio-data tertulis di diary saya, sudah pasti kita masih bisa kasih masuk teman-teman lain.

Ya, mengumpulkan teman-teman SMP di grup WA jauh lebih sulit dari teman-teman SMA. Karena, teman SMA itu masih terus keep contact sampai sekarang dan ada pula teman SMP yang juga teman SMA. Tapi teman SMP? Terlalu jauh rentang waktunya dan sulit untuk bisa menggali informasinya. Jadi, kalau jumlah anggota grup WA Alumnus SMA Negeri 1 Ende Angkatan Rahasia ini jumlahnya sudah ratusan maka yang SMP masih tigapuluhan.

Saat meng-screen shoot, ada enam grup WA nampang teratas. Warbiyasah.

Perihal diary bio-data di atas, nanti akan saya ulas di lain waktu sekalian nostalgia.

4.  Media Promosi

Bayangkan kalian bisa mempromosikan apa saja di grup WA! Promosi dagangan, promosi bisnis rental mobil, promosi blog hahaha. Promosi di grup WA lebih bagus dan lebih ... apa ya ... ter-segmented. Misalnya kalian jualan obat herbal yang harganya ratusan ribu. Tidak semua teman di Facebook adalah orang kantoran atau orang berduit karena masih ada teman Facebook yang anak SMA bahkan anak SMP. Mereka mungkin tidak paham apa yang kalian coba jual. Tapi di grup WA kalian tahu kan bahwa itu teman-teman masa SMP atau SMA atau teman kantor yang rata-rata seumuran dan paham apa yang kalian coba jual.

Kira-kira seperti itulah yang ingin saya jelaskan.

Ini terbukti loh. Di grup WA teman SMA, jadi tahu kalau nanti mau pakai mobil bisa sewa mobilnya siapa, dan lain sebagainya. Informasi di grup WA ini memang paling yahud.

5. Entertain Yourself

Grup WA dapat menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Membaca celetukan dan guyonan mereka itu bisa bikin saya terpingkal-pingkal tengah malam. Kalau ada yang mengirim video atau gambar lucu, yang bikin ngakak bukan video atau gambarnya, tapi justru komentar anggota grupnya! Suerrr. 

Ternyata bergabung di grup WA punya banyak manfaat positif. Asal sejak awal dibikin admin grup sudah bikin aturan: NO SARA, NO POLITIC!

Betul. Waktu saya bikin grup WA untuk teman-teman SMA, sejak awal sudah saya tulis bahwa SARA dan politik dilarang dikumandangkan di grup. Itu hanya bakal bikin sakit kepala dan berantem. Pada akhirnya grup yang seharusnya mempererat persaudaraan malah bikin pecah hubungan silaturahmi hanya karena beda pandangan politik, misalnya. Kalian kan tahu suhu politik memang mulai terbakar pelan-pelan dan entah mendidihnya kapan ... tahun depan mungkin. Hehehe.

Kalau ada yang menambahkan kalian ke grup WA, cek baik-baik grup-nya. Teman, rekan, bisnis, jangan keluar dari grup tersebut karena meskipun kalian pasif masih tetap banyak informasi yang bisa diperoleh. Kalau ternyata isinya tidak jelas dan kebanyakan ngomong politik ... tinggalkan saja. Saran saya sih. Karena bakal bikin kepala sakittttttt.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 04 September 2020

HUKUM MENYAKITI KUCING



Hukum Membuang dan Membunuh Kucing 



Salah satu sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadits adalah Abu Hurairah. 

Ia menceritakan hadits Nabi sebanyak 5.374 riwayat. 

Hurairah merupakan bentuk kecil (tashghir) dalam gramatika Arab dari kata hirrun yang mempunyai arti kucing kecil. 

Semula, pemilik nama Abu Hurairah adalah Abdusy Syams. Setelah ia mengenal Rasulullah ﷺ, namanya diganti oleh Nabi menjadi Abdurrahman. 

Di kemudian hari, Rasul melihat Abdurrahman sedang merawat dan bermain-main bersama kucing kecil yang pernah ia pungut. 

Selanjutnya, Nabi memberinya julukan “Abu Hurairah” yang berarti “ayah kucing kecil”.  

Kala itu kucing bertebaran di mana-mana, termasuk di rumah-rumah, sampai Rasulullah pun bersabda bahwa kucing bukan hewan yang najis (dalam arti ketika menyentuh apa pun).

 Beliau bersabda: 

  إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إِنَّمَا هِيَ مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ  

 Artinya: “Kucing itu tidak hewan najis. 

Dia sebagai hewan yang sering berputar-putar pada kalian” (HR. At-Tirmidzi).  

 Menurut Imam Ibnu Hajar al-Haitami, memuliakan kucing hukumnya sunnah.

 Jika ada seseorang memiliki kucing, maka harus memberikan makan kepadanya jika kucing tersebut tidak bisa mencari makan sendiri.

    وَيُسْتَحَبُّ إكْرَامُهُ وَيَجِبُ عَلَى مَالِكِهِ إطْعَامُهُ إنْ لَمْ يَسْتَغْنِ بِخَشَاشِ الْأَرْضِ    
 
Artinya: “Disunnahkan memuliakan kucing. 

Bagi pemilik kucing, wajib memberikan makan kepadanya jika kucing tersebut tidak bisa mencari makan sendiri” (Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, [Al-Maktabah al-Islamiyah], juz 4, hlm. 240)   Rasulullah pernah berkisah tentang seseorang yang memelihara kucing tapi tidak memberinya makan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:  

 عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، قَالَ: فَقَالَ: وَاللَّهُ أَعْلَمُ: لاَ أَنْتِ أَطْعَمْتِهَا وَلاَ سَقَيْتِهَا حِينَ حَبَسْتِيهَا، وَلاَ أَنْتِ أَرْسَلْتِهَا، فَأَكَلَتْ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ   

Artinya: “Ada seorang wanita disiksa karena masalah kucing yang ia kurung sampai mati kelaparan, sehingga menjadikan wanita tersebut masuk neraka. 

Kepada wanita itu, dikatakan ‘Kamu tidak memberinya makan, kamu juga tidak memberinya minum saat kau kurung dia, tidak pula kamu lepaskan sehingga dia bisa makan serangga’,” (Muttafaq alaih). 


 Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah   Lalu bagaimana jika ada kucing liar atau bahkan kucing rumahan namun tidak bisa bersahabat baik dengan penghuni rumah, ikan dicuri, anak ayam diterkam, dan lain sebagainya. 

Bolehkan kucing tersebut dibunuh?   Menurut pendapat yang mu’tamad (pendapat kuat yang dibuat pegangan), hukum membunuh kucing adalah haram walaupun tingkah laku kucing sudah cukup ‘brutal’. 

Namun menurut Al-Qadli Husain menyatakan, jika kucingnya sudah ‘brutal’ boleh dibunuh. 

Dalam hal ini, kucing disamakan dengan hewan-hewan fasiq yang berjumlah ada lima hewan.

 Mereka bebas dibunuh, yakni anjing yang galak, tikus, kalajengking, burung gagak, dan ular.   

Apabila mengikuti aturan pendapat yang kuat, cara menangkal kucing yang sudah meresahkan adalah disikapi secara bijak dan bertahap. 

Hal ini disamakan dengan perampas harta. 

Mereka boleh dilawan tapi harus sesuai kadarnya. 

Jadi, apabila diaplikasikan kepada kucing, kucing bisa selalu diusir dari rumah, apabila memang kucing tersebut pendatang atau peliharaan orang lain. 

Jika masih membandel, bisa membicarakannya dengan baik-baik kepada tetangga yang mempunyai kucing tersebut untuk mengurungnya di dalam rumah supaya tidak mencuri ikan tetangga sebelah.  

 Seumpama upaya-upaya halus dilakukan sudah tidak manjur, kucing boleh dipindahkan tempat atau dibuang. 

Cara pembuangannya juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan jiwa mereka. 

Misalnya, tidak membuang kucing di tengah hamparan sawah yang tidak banyak tikusnya, namun dibuang di sekitar pasar yang terdapat penjual ikannya, dekat warung makan, dan lain sebagainya. 

Pembuang perlu memperkirakan keberlangsungan hidup kucing pasca dibuang supaya ia tidak mati kelaparan.   

Manurut pendapat yang kuat, potensi kemungkinan kucing dibunuh itu hanya satu, jika ia tertangkap sedang mencuri sesuatu yang penting, kemudian lari. 

Larinya susah dikejar. 

Cara paling memungkinkan menangkapnya hanya dengan dilempar dengan satu benda.

 Apabila pelemparan ini terpaksa mengakibatkan kematian, baru tidak menjadi masalah. 

Artinya membunuh di sini menjadi solusi paling akhir.

 Itu pun jika kucing tidak sedang hamil. 

Jika kucingnya dalam keadaan bunting, tidak ada jalan sama sekali untuk membunuhnya. 

Karena kandungannya dimuliakan.

 Sebab yang melakukan tindakan kriminal itu induknya. 

Hewan yang masih dalam kandungan tidak ikut-ikut, semestinya ia tidak boleh terkena dampak atas perilaku induknya.  

 (وَسُئِلَ) رَحِمَهُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِمَا صُورَتُهُ ذَكَرَ ابْنُ الْعِمَادِ مَسَائِلَ تَتَعَلَّقُ بِالْهِرِّ فَمَا حَاصِلُهَا؟ (فَأَجَابَ) نَفَعَنَا اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِعُلُومِهِ وَبَرَكَتِهِ بِقَوْلِهِ الْحَاصِلُ فِي ذَلِكَ أَنَّهُ لَا يَجُوزُ قَتْلُ الْهِرِّ وَإِنْ أَفْسَدَ عَلَى الْمَنْقُولِ الْمُعْتَمَدِ بَلْ يَجِبُ عَلَى دَافِعِهِ أَنْ يُرَاعِي التَّرْتِيبَ وَالتَّدْرِيجَ فِي الدَّفْعِ بِالْأَسْهَلِ فَالْأَسْهَلِ كَمَا يُرَاعِيهِ دَافِعُ الصَّائِلِ وَقَالَ الْقَاضِي حُسَيْنٌ رَحِمَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَجُوزُ قَتْلُهُ ابْتِدَاءً إذَا عُرِفَ بِالْإِفْسَادِ قِيَاسًا عَلَى الْفَوَاسِقِ الْخَمْسَةِ نَعَمْ يَجُوزُ قَتْلُهُ عَلَى الْأَوَّلِ الْمُعْتَمَدِ فِي صُورَةٍ وَهِيَ مَا إذَا أَخَذَ شَيْئًا وَهَرَبَ وَغَلَبَ عَلَى الظَّنِّ أَنَّهُ لَا يُدْرِكُهُ فَلَهُ رَمْيُهُ بِنَحْوِ سَهْمٍ لِيُعَوِّقَهُ عَنْ الْهَرَبِ وَإِنْ أَدَّى إلَى قَتْلِهِ وَمَحَلُّهُ إنْ لَمْ يَكُنْ أُنْثَى حَامِلًا وَإِلَّا لَمْ يَجُزْ رَمْيُهَا مُطْلَقًا رِعَايَةً لِحَمْلِهَا إذْ هُوَ مُحْتَرَمٌ لَمْ يَقَعْ مِنْهُ جِنَايَةٌ فَلَا يُهْدَرُ بِجِنَايَةِ غَيْرِهِ. 

  Artinya: “Imam Ibnu Hajar al-Haitami ditanya tentang beberapa masalah yang berkaitan dengan kucing. 

Bagaimana hasilnya. Beliau menjawab yang kesimpulannya adalah tidak diperbolehkan membunuh kucing walaupun kucing tersebut meresahkan sebagaimana pendapat mu’tamad.

 Namun, cara menghindari kucing tersebut harus bertahap dari cara yang paling ringan, kemudian semakin berat, semakin berat sebagaimana pada bab perlawanan terhadap perampas harta. 

Menurut Al-Qadli Husain, boleh membunuh kucing jika memang diketahui sudah meresahkan. Hal ini disamakan dengan hewan fasiq yang lima. 

  Diperbolehkannya membunuh kucing, jika mengacu pada pendapat kuat yang pertama terjadi dalam satu kasus, yaitu apabila kucing mengambil satu barang, ia lari dan patut diduga kucing tersebut tidak akan ditemukan lagi, maka boleh dilempar misalnya dengan anak panah supaya bisa menghalangi dia dari pelarian walaupun mengakibatkan kematian. 
Meskipun begitu, jika memang kucing tidak sedang bunting. Kalau sedang bunting, tidak boleh dilempar secara mutlak karena menjaga kehamilannya, sebab ia dimuliakan.

 Anaknya tidak melakukan kriminal, darahnya anak tidak boleh ditumpahkan sebab kriminalitas hewan lain” (Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, [Al-Maktabah al-Islamiyah], juz 4, hlm. 240)   

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan, menurut pendapat mu’tamad, membunuh kucing tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan darurat sedangkan kucing juga tidak sedang hamil. Wallahu a’lam.

Ustadz Yachya Yusliha

Selasa, 01 September 2020

TIP AGAR SUARA MERDU

Banyak Orang yang menyukai musik, bahkan banyak juga yang beranggapan bahwa tanpa musik hidup akan terasa sangat hampa. Berbagai macam musik yang dicompose dengan vokal manusia akan tercipta menjadi suatu lagu.

Nah, jika anda suka mendengarkan lagu dan memiliki keinginan untuk memiliki suara seperti penyanyi yang anda impikan, berikut beberapa tips memiliki suara merdu dengan langkah-langkah yang terbilang praktis dan mudah.


1. Sering Menyanyi
Pilihlah lagu-lagu yang anda suka dan coba anda nyanyikan. Tak usah ragu dengan suara anda, hal yang terpenting di sini adalah menyanyi dan ikuti irama dan nada-nadanya.


2. Menyanyi Dengan Perasaan
Coba anda resapi dan hayati lagu yang dinyanyikan. Bayangkan anda sedang berada di posisi lagu tersebut. Contohnya, apabila lagu itu tentang patah hati, anda bayangkan hal-hal yang pernah membuat anda sakit hati sembari bernyanyi dengan perasaan dan emosi yang kuat.


3. Sering Minum Air Putih
Minum air putih berguna agar suara anda tetap jernih.


4. Olahraga Sembari Bernyanyi
Apabila anda tidak kuat nafas saat bernyanyi, coba anda praktekan bernyanyi sembari berolahraga. Senam misalnya. Anda bisa melakukan olahraga senam sekaligus dengan menyanyi seirama.


5. Menyanyi Secara Terus Menerus
Coba anda targetkan menyanyi penuh selama satu minggu. Maksudnya, anda harus menyanyi setiap hari, tanpa jeda seharipun. Misalkan, anda menyanyi 3 hari penuh namun pada hari keempat anda berhenti bernyanyi. Cara itu salah. Coba anda targetkan dulu satu minggu penuh menyanyi tanpa henti dan perubahan pada suara anda akan terasa. Anda akan terbiasa dan nyaman dalam bernyanyi.


6. Coba Nada Tinggi
Beranilah mencoba lagu yang bernada tinggi. Tak usah takut, karena jika kita sudah bisa nada tinggi, pita suara kita akan rileks dan mudah dalam bernyanyi.


7. Hindari Makanan Manis Dan Berminyak
Makanan manis dan berminyak sebaiknya dihindari dulu. Boleh dikonsumsi asalkan dengan sajian yang minim dan tidak melebihi batas.

Nah, itulah langkah-langkah mudah untuk memiliki suara yang terbilang bagus sesuai nada dan tidak fals. Apabila suara anda masih terbilang amatiran, berusahalah dalam menggapai keinginan agar tercapai hasil yang memuaskan.


DO'A HATAM QUR'AN

DOA KHATAM AL-QURAN
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُم ارْحَمْنِيْ بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِيْ إِمَاماً وَنُوْراً وَهُدًى وَرَحْمَةً اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِيْ مِنْهُ مَا نَسِيْتُ وَعَلِّمْنِيْ مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِى تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْن.

Allahummarhamnii bil quraan waj'alhulii imaaman wanuuron wahudan warohmah, Allahumma dzakirnii minhu maa nasiitu wa'alimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilaawatahu aanaa allaili waathroofan nahaari waj'alhu lii hujjatan yaa robbal 'alamiin.

Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran yang agung, jadikanlah ia bagiku sebagai panutan, cahaya, dan petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku andai aku lupa akan ayat Al-Quran ajarkan aku dari padanya yang belum aku tahu dan anugrahkan kepadaku kesempatan untuk membacanya tengah malam dan siang hari dan jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai Tuhan semesta alam.”


Sabtu, 29 Agustus 2020

AMALAN DI 10 HARI MUHAROM 1442 H

Hari Asyura merupakan hari ke 10 pada bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam tahun Hijriyah, arti kata Asyura sendiri ialah kesepuluh.

hari Asyura merupakan hari yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan didalamnya.

Oleh karena itu pada hari Asyura kita di anjurkan untuk menambah amal ibadah dan di sunnahkan untuk mengerjakan puasa Asyura.

Baca Juga: Dari Paus ke Penyu, Betapa Elok Satwa Perairan di Australia! [PR]

Baca Juga: Berikut Doa Berkendara yang Dianjurkan Oleh Rasulullah SAW

Baca Juga: Bacaan Sholawat Nabi Muhammad, Latin, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Baca Juga: Dimudahkan Masuk Surga, Berikut 7 Keutamaan Baca Sholawat Nabi Muhammad

Pada hari Asyura yang penuh dengan keutamaan dan kemulian, kita dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan berdoa.

Baca Juga: Berikut Doa Berkendara yang Dianjurkan Oleh Rasulullah SAW

Kamis, 27 Agustus 2020

APA MANFAAT BULU KETIAK

Jakarta Beberapa orang mungkin akan geleng-geleng ketika ditanya soal manfaat bulu ketiak. Sebab, sebagian orang, khususnya wanita, merasa bahwa bulu ketiak hanya akan menurunkan kualitas penampilannya!

Tapi, itu tidak berlaku bagi artis cantik Alexandra Gottardo. Ia memutuskan untuk tidak mencukur bulu ketiaknya.

Dilansir dari berbagai sumber, Alexandra mengungkapkan dirinya sengaja memelihara bulu ketiaknya saat diwawancara Imam Darto, Omesh, Surya Insomnia, dan Angga Nggok dalam sebuah podcast.

“Aku growing armpit hair kalau nggak ada kebutuhan photoshoot untuk di-share, aku biarin aja. It’s natural human body,” katanya dalam podcast tersebut.

Di akun Instagram miliknya, ia juga sempat memamerkan bulu ketiaknya dan tampak percaya diri.

Artikel lainnya: Ketiak Hitam Akibat Deodoran, Ini Cara Memutihkannya

1 dari 3

Berbagai Manfaat Bulu Ketiak bagi Tubuh

Bulu Ketiak

Apa yang dilakukan Alexandra ini sebetulnya bukan hal baru. Figur publik dunia seperti Madonna, Julia Roberts, Halsey, dan Miley Cyrus pun melakukannya dan bangga memamerkannya. Ini dianggap sebagai bagian dari kecintaan atau penerimaan terhadap tubuh sendiri.

Pertumbuhan bulu ketiak dimulai pada masa pubertas dan berakhir kala masa itu usai.

Karena lokasinya yang berbentuk lipatan, ketiak manusia cenderung lebih lembap dari daerah lainnya. Kelembapan pada area ini, [ apokrin ketiak, beserta bakteri pada lokasi akan menimbulkan bau khas pada ketiak.

Artikel lainnya: Ketiak Sakit, Coba Cari Penyebabnya di Sini

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, bulu ketiak bisa memberikan perlindungan pada ketiak dari gesekan. Alasan lain yang lebih mendalam berfokus pada pentingnya bulu ketiak dalam fungsi reproduksi.

Lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa manfaat bulu ketiak bagi manusia.

  1. Mengurangi Gesekan saat Beraktivitas Berat

Jika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat, Anda mungkin ingin menumbuhkan menumbuhkan bulu ketiak untuk mengurangi gesekan.

  1. Menjauhkan Bakteri untuk Masuk ke dalam Kulit

Bulu ketiak punya manfaat menjauhkan bakteri dari kulit. Ini agar bakteri tidak bisa bertahan dan nyaman. Jadi, ada perlindungan, deh, terhadap infeksi!

  1. Melindungi Pembuluh Darah

Rambut di ketiak berfungsi sebagai pelindung kulit. Anda tentu tidak ingin pembuluh darah penting dalam bahaya, kan? Fungsi ini bisa melindungi sistem peredaran darah dari bahaya.

Artikel lainnya: Ada Jerawat di Ketiak, Apa Penyebabnya?

  1. Mencegah Penyakit Kulit akibat Mencukur

Pertanyaan “Haruskah bulu ketiak dicukur?” kini sudah memiliki jawabannya, yakni tidak harus!

"Ketika terlalu sering bercukur, Anda bisa mengalami iritasi, folikulitisruam kulit, peradangan, dan bahkan infeksi dari pisau cukur yang kotor," ungkap Dr. Mona Gohara, Lektor Kepala Klinis Dermatologi di Universitas Yale, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Good Housekeeping.

"Kegiatan mencukur dilakukan oleh kebanyakan orang hanya karena mengikuti norma sosial. Tidak ada alasan biologis untuk menghilangkan rambut tersebut," tegas Dr. Mona.

  1. Mengatur Suhu Tubuh

Bulu merupakan bagian yang sangat sensitif terhadap suhu. Ia akan berbaring saat terkena suhu hangat dan akan berdiri ketika terkena suhu dingin.

Perubahan posisi tersebut secara alami dilakukan untuk “menjebak” atau melepaskan panas agar suhu tubuh Anda tetap stabil.

  1. Menarik Perhatian Pasangan Seksual

Dokter Alvin sempat menyinggung soal manfaat bulu ketiak terhadap fungsi reproduksi.

Itu berkaitan dengan munculnya feromon atau zat kimia berupa aroma yang dikeluarkan makhluk hidup (manusia dan hewan) ketika birahi.

Ahli Kecantikan Leigh Caruana mengatakan, aroma tersebut akan tercium oleh pasangan seksual yang tepat.

Bagi yang lainnya, mungkin aroma tersebut tak tercium atau biasa saja, tapi pada pasangan seks yang tepat, aroma itu benar-benar menusuk!

“Bulu ketiak akan menangkap keringat dan mengeluarkan feromon yang dapat membuat Anda lebih ‘diinginkan’ di orang lain,” tuturnya.

  1. Bikin Anda Terlihat “Strong”

Pada pria, kehadiran bulu ketiak bisa menambah kesan macho, apalagi kalau sedang berolahraga, mengangkat barang berat, atau sedang bermain alat musik (main drum).

Sementara pada wanita, adanya bulu ketiak juga bisa menandakan bahwa Anda tipikal cewek strong dan menerima diri apa adanya!

PANDUAN SHOLAT DI RUMAH

Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah

Pada masa pencegahan Covid-19, kita memindahkan aktivitas ibadah dari masjid ke rumah, termasuk shalat Idul Fithri. Meski dikerjakan di rumah, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat Idul Fithri secara berjamaah

Keterangan mazhab Syafi’i ini dapat ditemukan pada Kitab Nihayatuz Zain karya Syekh M Nawawi Banten.

القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة ( صلاة العيدين ) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة

Artinya, “Jenis kedua dari shalat sunnah yang ditentukan waktunya adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (shalat dua Id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha). Shalat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 106).

Tidak ada adzan dan iqamah dalam shalat Idul Fitri. Bisa diganti bacaan:

صَلُّوْا سُنَّةَ لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Shalat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat sebelum khutbah.

Apabila imam lupa tidak bertakbir sebanyak 7 kali (setelah takbiratul ihram langsung membaca Fatihah) atau tidak bertakbir pada rakaat kedua sebanyak 5 kali, maka shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.

Hendaknya semua keluarga ikut mendengarkan khutbah. Khutbah tidak perlu panjang, cukup memenuhi rukun yakni membaca Tahmid, Shalawat, membaca ayat Al-Qur’an, menyampaikan wasiat takwa, dan berdoa memohon ampun. Begitu juga di khutbah yang kedua.

Berikut panduan sholat Id:

Raka'at Pertama

1. Pelafalan niat shalat id.

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman/ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

2. Takbiratul ihram

اللهُ اَكْبَرُ

Allāhu akbar

Adapun berikut ini adalah zikir yang dibaca saat jeda antara takbir:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ١

1. bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ٢

2. al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ٣

3. ar-raḥmānir-raḥīm
3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ٤

4. māliki yaumid-dīn
4. Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ٥

5. iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ٦

6. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ٧

7. ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5. Membaca Surat Al-A’la

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ١

1. sabbiḥisma rabbikal-a'lā
1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ٢

2. allażī khalaqa fa sawwā
2. Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).

وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ٣

3. wallażī qaddara fa hadā
3. Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ٤

4. wallażī akhrajal-mar'ā
4. dan Yang menumbuhkan rerumputan,

فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ٥

5. fa ja'alahụ guṡā`an aḥwā
5. lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ٦

6. sanuqri`uka fa lā tansā
6. Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,

اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ٧

7. illā mā syā`allāh, innahụ ya'lamul-jahra wa mā yakhfā
7. kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ٨

8. wa nuyassiruka lil-yusrā
8. Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat),

فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ٩

9. fa żakkir in nafa'atiż-żikrā
9. oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ٠١

10. sayażżakkaru may yakhsyā
10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ١١

11. wa yatajannabuhal-asyqā
11. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,

الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ٢١

12. allażī yaṣlan-nāral-kubrā
12. (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),

ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ٣١

13. ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
13. selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ٤١

14. qad aflaḥa man tazakkā
14. Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ٥١

15. wa żakarasma rabbihī fa ṣallā
15. dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ٦١

16. bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā
16. Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ٧١

17. wal-ākhiratu khairuw wa abqā
17. padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ٨١

18. inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā
18. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ٩١

19. ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā
19. (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

6. Rukuk dengan thma’ninah

7. Tasbih rukuk (3 kali)

سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.

8. I‘tidal dengan thuma’ninah.

9. Doa i’itidal

رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du.

10. Sujud dengan thuma’ninah.

11. Tasbih sujud (3 kali)

سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.

12. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.

13. Doa duduk di antara dua sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.

14. Sujud dengan thuma’ninah.

15. Tasbih sujud (3 kali).

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.

14. Sujud dengan thuma’ninah.

15. Tasbih sujud (3 kali).

سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.

16. Duduk istirahat sejenak (sedurasi bacaan subhānallāh) sebelum bangun untuk melaksanakan rakaat kedua.

17. Takbir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi diri).

اللهُ اَكْبَرُ

Allāhu akbar.

Raka'at Pertama

1. Takbir tambahan sebanyak 5 kali sebelum membaca Surat Al-Fatihah.

2. Membaca Surat Al-Fatihah

3. Membaca Surat Al-Ghasyiyah.


هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ١

1. hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah
1. Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ٢

2. wujụhuy yauma`iżin khāsyi'ah
2. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ٣

3. 'āmilatun nāṣibah
3. (karena) bekerja keras lagi kepayahan,

تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ٤

4. taṣlā nāran ḥāmiyah
4. mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),

تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ٥

5. tusqā min 'ainin āniyah
5. diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ٦

6. laisa lahum ṭa'āmun illā min ḍarī'
6. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,

لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ٧

7. lā yusminu wa lā yugnī min jụ'
7. yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ٨

8. wujụhuy yauma`iżin nā'imah
8. Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,

لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ٩

9. lisa'yihā rāḍiyah
9. merasa senang karena usahanya (sendiri),

فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ٠١

10. fī jannatin 'āliyah
10. (mereka) dalam surga yang tinggi,

لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ١١

11. lā tasma'u fīhā lāgiyah
11. di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.

فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ٢١

12. fīhā 'ainun jāriyah
12. Di sana ada mata air yang mengalir.

فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ٣١

13. fīhā sururum marfụ'ah
13. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,

وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ٤١

14. wa akwābum mauḍụ'ah
14. dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),

وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ٥١

15. wa namāriqu maṣfụfah
15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ٦١

16. wa zarābiyyu mabṡụṡah
16. dan permadani-permadani yang terhampar.

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ٧١

17. a fa lā yanẓurụna ilal-ibili kaifa khuliqat
17. Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?

وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ٨١

18. wa ilas-samā`i kaifa rufi'at
18. dan langit, bagaimana ditinggikan?

وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ٩١

19. wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat
19. Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?

وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ٠٢

20. wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat
20. Dan bumi bagaimana dihamparkan?

فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ١٢

21. fa żakkir, innamā anta mużakkir
21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.

لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ٢٢

22. lasta 'alaihim bimuṣaiṭir
22. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ٣٢

23. illā man tawallā wa kafar
23. kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,

فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ٤٢

24. fa yu'ażżibuhullāhul-'ażābal-akbar
24. maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ٥٢

25. inna ilainā iyābahum
25. Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,

ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ࣖ٦٢

26. ṡumma inna 'alainā ḥisābahum
26. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.

4. Rukuk dengan thma’ninah.

5. I‘tidal dengan thuma’ninah.

6. Sujud dengan thuma’ninah.

7. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.

8. Sujud dengan thuma’ninah

9. Duduk tasyahhud akhir (tawarruk)

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ

At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.

10. Membaca Salam

Dalam situasi covid-19, pelaksanaan shalat Idul Fithri tetap dianjurkan di rumah dengan jumlah jamaah terbatas. Setelah shalat dua rakaat, imam atau khatib yang telah ditetapkan oleh keluarga berdiri untuk menyampaikan dua khotbah. Wallahu a’lam


TUNTUNAN SHOLAT LENGKAP

Syarat - syarat wajib Sholat
  1. Orang tersebut harus beragama islam.
  2. Suci dari hadats, najis, haid (kotoran) dan nifas
  3. Berakal sehat
  4. Dewasa atau sudah baligh
    Umur dewasa dapat diketahui melalui salah satu tanda berikut:
    - cukup berumur 15 tahun
    - keluar mani
    - mimpi bersetubuh
    - mulai keluar haid bagi perempuan
  5. Telah sampai dakwah, mengetahui tentang hukum sholat serta tata cara sholat dengan baik.
  6. Melihat dan mendengar
  7. Sadar.

Syarat - syarat sah Sholat

  1. Suci dari hadats besar dan hadats kecil
  2. Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis
  3. Menutup aurat
  4. Mengetahui masuknya waktu sholat
  5. Menghadap kiblat (ka'bah)

Rukun salat

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu.
  3. Selanjutnya membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar)
  4. Setiap raka’at membaca surat al fatihah.
  5. Ruku’ secara tuma’ninah (diam sebentar).
  6. I’tidal secara tuma’ninah (diam sebentar).
  7. Sujud secara tuma’ninah (diam sebentar).
  8. Duduk atara dua sujud secara tumaninah (diam sebentar)
  9. Kemudian duduk tasyahud akhir
  10. Dan membaca sholawat Nabi.
  11. Membaca salam.
  12. Tertib.

TATA CARA SHOLAT

1. Niat

Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat wajib ada di dalam hati. Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa "pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu "daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw.

Letak niat Shalat

Letak niat Shalat menurut madzhabnya Imam Syafi'i sejalan antara takbir dengan niat, "Allahu Akbar".
Contoh:
Sholatnya shalat apa? shalat Asar, berapa rakaat? 4 rakaat, jadi imam apa jadi makmum? jadi makmum, lillahi ta'ala, maka dijalankannya niat itu di dalam takbir, dari A sampai Bar.

Sedangkan Imam hanafi, maliki, hambali, maliki, niatnya beberapa saat sebelum takbirotul ihrom.

Contoh bacaan niat yang biasa digunakan:
Niat Sholat subuh:
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.

Artinya : Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

Bacaan Doa Niat Sholat Dzuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.

Artinya : Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dzuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

Bacaan Doa Niat Sholat Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.

Artinya : Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

Bacaan Doa Niat Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.

Artinya : Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena Allah Ta’ala.

Bacaan Doa Niat Sholat Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.

Artinya : Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena Allah Ta’ala

2. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat

Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
  • Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
  • Tangan rapat di samping badan.
  • Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
  • Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.

3. Takbiratul Ihrâm

a. Gerakan Mengangkat Kedua Tangan
Ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut:
  • Telapak tangan sejajar dengan bahu.
  • Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
  • Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
  • Jari-jari direnggangkan.
  • Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
  • Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  • Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.

Catatan : Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.

اَللّٰهُ اَكْبَرُ
Allahu’akbar
Artinya : “Allah Maha Besar”

Mengucapkan Takbir “Allahu’akbar” sembari mengangkat tangan ketika mengawali ibadah sholat, dan ketika seseorang sudah melakukan takbiratul ihram pertanda bahwa tidak boleh melakukan hal hal diluar sholat yang berarti seseorang sudah masuk dalam ibadah Sholat sehingga harus diam dan hanya mengucapkan bacaan bacaan sholat yang akan dibaca nantinya.

b. Gerakan Sedekap dalam Salat
Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
  • Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
  • Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.
  • Ketika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah.


c. Bacaan DOA IFTITAH (Sunah)
اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila.

Artinya : “Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.”
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Inni Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya : “Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik. Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta. Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.”

4. Membaca Surat AL-FATIHAH

بِسۡمِ ٱللّٰهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

Bismillaa hirrahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbill’aalamiin. Arrohmaanir rahiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin. Aamiinn

Artinya : Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami.

Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian baca Ayat Pada Al-Quran sangat disarankan membaca Surat-Surat pendek di Juz Amma, seperti Surat Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.

5. Gerakan Dan Bacaan Rukuk

اَللّٰهُ اَكْبَرُ
Allahu’akbar
Artinya : “Allah Maha Besar”

Rukuk artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Angkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbiratulihram.
  • Turunkan badan ke posisi membungkuk.
  • Kedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.
  • Punggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongah ke atas.
  • Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.
  • Pinggang direnggangkan dari paha.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • Sesudah posisi ini mantap, kemudian membaca salah satu doa rukuk.
  • Adapun bacaan Rukuk Sebagai Berikut :

Bacaan Doa Ruku':
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih – 3 X (Tiga Kali)

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”

6. Gerakan Dan Doa Iktidal

سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهِ

Sami’allahu liman hamidah
Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Iktidal adalah bangkit dari rukuk. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratulihram. Bersamaan dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Badan kembali tegak berdiri, Tangan rapat di samping badan. Ada juga yang kembali ke posisi bersedekap seperti halnya ketika membaca surat Al Fatihah. Perbedaan ini terjadi karena beda pemaknaan terhadap hadis dalilnya. Padahal dalil yang digunakan sama. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa saat iktidal itu menyimpan tangan rapat di samping badan.

Berdiri Tegak Pandangan Ke Arah Tempat Sujud
Sesudah badan mantap tegak berdiri, barulah membaca salah satu doa iktidal.

Bacaan Doa I'tidal
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

7. Gerakan Dan Bacaan Sujud

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan sujud seraya membaca “Allahu Akbar” dengan kedua lutut terlebih dulu, yakni meletakkan Dahi dan Hidung, Kedua Telapak Tangan, kedua lutut dan Kedua Kaki menempel di lantai (Tempat Sholat).

اَللّٰهُ اَكْبَرُ
Allahu’akbar
Artinya : “Allah Maha Besar”

Bacaan Doa SUJUD dalam Sholat
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x

Sujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:
1. wajah (kening dan hidung),
2. dua telapak tangan,
3. dua lutut, dan
4. dua ujung telapak kaki.

Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut.
  • Turunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
  • Letakkan kedua lutut ke lantai.
  • Letakkan kedua telapak tangan ke lantai.
  • Letakkan kening dan hidung ke lantai.
  • Talapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
  • Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
  • Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  • Renggangkan pinggang dari paha.
  • Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
  • Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.


8. Gerakan dan Bacaan Iftirasy

Bangun dari sujud dengan mengucapkan “Allaahu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna [menduduki kaki kiri, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jarinya terletak di alas (lantai/tanah) menghadap kiblat]

Duduk antara dua sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:
  • Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
  • Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
  • Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  • Badan tegak lurus.
  • Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  • Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  • Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • Setelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.
Bacaannya Sebagai Berikut :
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

9. Gerakan Duduk, Bacaan Tasyahud Awal dan Akhir

Dalam Rukun Sholat tidak tertuliskan Tasyahhud Awal atau Tahiyat awal karena itu sebenarnya ada dalam Sunah Sholat yaitu pada Madzhab Imam Syafi’i disebut sebagai Sunah ab’adh yaitu perkara yang disunahkan dalam shalat, dan apabila meninggalkannya (baik disengaja maupun tidak), sunah melakukan sujud sahwi, untuk mengganti kekurangan tersebut. Jadi Tasyahud awal tidak disebutkan dalam rukun Sholat, jadi yang masuk dalam Rukun adalah Tasyahhud Akhir. Tasyahhud Awal hanya dilakukan pada Sholat yang lebih dari dua rakaat, yaitu pada salat zuhur, asar, magrib, dan isya.

Bacaan tasyahud awal (duduk iftirasy)
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهْ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

"Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma sholli ‘alaa Muhammad."

Artinya : " Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Ya Allah aku bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku bersumpah dan berjanji sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad.

Duduk Tasyahhud Akhir (Duduk Tawarruk)
Bangkit dari sujud membaca takbir dan duduk dalam posisi Tasyahhud Akhir yaitu duduk Tawarruk.

اَللّٰهُ اَكْبَرُ
Allahu’akbar
Artinya : “Allah Maha Besar”

Setelah sujud yang ke dua kemudian melakukan Doa Tahiyat Akhir dengan cara duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahhud Akhir ini hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak.

Tasyahud akhir adalah duduk tawaruk, Caranya adalah:
  • Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
  • Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
  • Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  • Badan tegak lurus.
  • Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  • Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  • Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  • Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.


b. Bacaan Tasyahud Akhir dan Sholawat Nabi:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكاَتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهْ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدْ كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدْ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَجَّالِ.

"Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal."

Artinya : " Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal."

11. Gerakan Salam

Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.

Adapun bacaan salam sebagai berikut :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan: “ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH (Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu)

11. Tertib

Mengerjakan rukun-rukun Sholat secara berurutan. Tidak boleh orang sengaja melompati rukun Sholat dalam melaksanakan ibadah sholat yang dapat menyebabkan batalnya sholat jika disengaja meninggalkan salah satu dari rukun tersebut.


ANCAMAN BAGI ORANG YANG MELALAIKAN SHOLAT

SHALAT secara bahasa artinya doa. Sedangkan menurut istilah adalah serangkaian kegiatan ibadah khusus bagi orang Islam yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Shalat merupakan tiangnya agama, dan menjadi dasar kadar keimanan seseorang. Tak berarti apa – apa ibadah sunah yang lain, jika ibadah wajib yang utama ditinggalkan.

Celakalah bagi orang yang sengaja melalaikan dan meninggalkan shalat, sebagaimana firman Allah sebagai beriku :

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan – perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat – ibadat yang lain). Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al- Ankabut: 45).

Allah pun berfirman pada ayatnya yang lain, yang berbunyi : “Maka kecelakaanlah bagi orang – orang yang shalat, (yaitu) orang – orang yang lalai dari shalatnya,” (QS. Al-Maa’uun: 4-5).

Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda “Bermula orang yang meninggalkan solat padahal ia dalam keadaan sihat, maka Allah SWT tidak memandang kepadanya dengan pandangan rahmat, dan baginya kelak azab yang amat hebat melainkan kalau ia bertaubat dari perbuatannya itu

Minggu, 02 Agustus 2020

JAGA LIMA SEBELUM DATANG YANG LIMA

Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan waktu selama hidupnya untuk taat dan beribadah kepada Allah. 

 
Muslim Harus Jaga 5 Perkara Ini Sebelum Menyesal di Akhirat

Kultum online – Tiap Muslim ingin selamat di dunia maupun akhirat. Karena itu, Muslim harus benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk berbuat kebaikan.

Sebab, waktu tidak akan bisa terulang. Mereka yang lalai dalam hidupnya akan diliputi penyesalan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Ashr:

  وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr:1-3)

Al-Asr artinya zaman atau masa yang padanya Bani Adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk.

Mufasir Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam bahwa makna yang dimaksud adalah waktu Asar.

Tetapi pendapat yang terkenal adalah yang pertama. Allah Swt. bersumpah dengan menyebutkan bahwa manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, yakni rugi dan binasa, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.

Maka dikecualikan dari jenis manusia yang terhindar dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal-amal yang saleh. Nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran. Yakni menunaikan dan meninggalkan semua yang diharamkan dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.

Yaitu tabah menghadapi musibah dan malapetaka serta gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang ia perintah melakukan kebajikan dan ia larang melakukan kemungkaran.

Diriwayatkan oleh sahabat Abdullah Ibnu Abbas RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum kamu kedatangan lima perkara (demi untuk meraih keselamatan dunia akhirat). Yakni Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Sehatmu  sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang faqirmu. Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu".

Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam kitab masterpiece-nya Ihya Ulumuddin, seperti dikutip pecihitam.org mentakhrij (menjelaskan) maksud hadis tersebut.

1. Muda Sebelum Tua

Gunakanlah waktu mampumu untuk taat kepada Allah sebelum datang kepayahan atau masa tua sehingga menyesal karena telah melalaikan perintah Allah.

2. Sehat  Sebelum Sakit.

Memanfaatkan waktu saat diberi nikmat sehat untuk memperbanyak amal ibadah dan kebaikan sebelum datang waktu sakit. Sehingga kelak tidak menyesal saat hari kebangkitan (kiamat) dengan membawa bekal amal yang cukup.

3. Kayamu Sebelum Miskin

Imam Ghazali menjelaskan makna dari memanfaatkan masa kaya ini untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dengan harta yang dimiliki, sehingga tidak menjadi fakir di dunia dan akhirat nanti.

4. Waktu Luang Sebelum Sibuk

Manfaatkanlah waktu luang ketika di dunia sebelum sibuk dengan kengerian hari kiamat yang tempat awalnya di alam kubur. Sehingga selamat dari siksa dan kehinaan.

5. Hidup Sebelum Mati

Manfaatkanlah amal selama masa hidup di dunia sebelum datang kematian. Yakni dengan banyak beramal dan ibadah.

Sebab, orang yang sudah mati terputus amalnya dan nyata penyesalannya.

Menurut Imam Ghazali kelima perkara itu memang tidak dirasakan hasilnya namun akan berbuntut penyesalan setelah lima perkara itu yakni, muda, sehat, kaya, waktu luang dan hidup hilang.

Karena itu, Muslim dituntut untuk memanfaatkan waktu atau nikmat yang diberikan Allah di dunia ini untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan ibadah.

Wallahu A'lam Bishshawab.



Sabtu, 04 Juli 2020

ISTILAH KAPILAH MENGGONGGONG ANJING BERLALU

Ada pepatah yang menggambarkan “kecuekan” atau “ketidakpedulian” satu pihak terhadap pihak lain dalam konotasi yang meremehkan. Pepatah itu adalah, “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu”. Yang diremehkan adalah “anjing yang menggonggong”. Dan yang meremehkan adalah “kafilah yang sedang lewat di depan anjing”.

Tetapi, peribahasa itu sudah terbalik. Terbalik menjadi, “Kafilah Menggonggong, Anjing Berlalu.” Supaya agak cantik sedikit, kita ganti menjadi “Kafilah Menjerit, Anjing Berlalu.” Dalam hal ini, “kafilah” yang sekarang diremehkan dan dilecehkan oleh “anjing”.

Khusus untuk tulisan ini, “kafilah” adalah “rakyat” yang sejatinya berposisi kuat dan berdaulat. Rakyat tidak terpengaruh oleh ribut-ribut yang ditunjukkan oleh “anjing”. Atau, kekuatan rakyat tidak terpengaruh oleh gonggongan orang-orang yang berniat buruk. Sekali lagi, rakyat kuat, rakyat berdaulat.

Tapi, itu dulu. Sekarang, “kafilah” atau “rakyat” menjadi tak berdaya. Tak dipedulikan. Kedaulatan “kafilah” dilecehkan. Sebab, “anjing-anjing” telah berubah menjadi kekuatan dahsyat. Yang menjerit (menggonggong) justru “kafilah”, bukan lagi “anjing”.

Syahdan, anjing tidak lagi sepele sebagaimana penafsiran pepatah asli “Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu.” Kedua pihak di dalam peribahasa ini telah berganti posisi. Sekali lagi, hari ini “Kafilah Menjerit, Anjing Berlalu”. Berlalu dengan santai!

ISLAM AKAN HANCUR DENGAN YANG MENGAKU ISLAM

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakutuh


Nabi besar Muhammad SAW, telah banyak menyampaikan bagaimana keadaan umat islam diakhir zaman melalui hadis-hadis yang beliau wariskan untuk umat islam sebagai salah satu sumber hukum bagi umat islam, sebagai penuntun menuju jalan yang benar, jalan yang dirahmati oleh Allah SWT. 

Namun pada kenyataannya di akhir zaman seperti sekarang ini banyak umat islam yang menutup diri pada firman-firman Allah SWT dan Hadis-hadis Nabi besar Muhammad SAW demi mengejar ambisi hawa nafsu dunia baik berupa kekayaan dan kekuasaan. 

Akibatnya Islam dijadikan alat untuk berebut kekuasaan, dan lebih memprihatinkan lagi adalah para pengikutnya yang juga lupa bahwa Nabi Muhammad pernah menyampaikan perkara ini melalui hadis-hadisnya antara lain :

1. Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata, " Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW." (HR Bukhari dan Turmudzi) 

Jumat, 03 Juli 2020

JANGAN MENGHAPUS PERSAUDARAAN KARENA KESALAHAN

Jangan Menghapus Persahabatan Karena Suatu Kesalahan

 

Bila perbuatannya menyakitkan, kuatkanlah hati, bersabar dan mengalah pada amarahmu. Jangan sampai kamu menghapus tali silaturahim/persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan, tapi hapuslah kesalahan demi persaudaraan. Hidup bukan tentang siapa terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.

 

Karena hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat lebih banyak kebaaikan dalam hidupnya. Maka, disaat kamu didzalimi, dikhianati, iddibenci, dihina, dan diperlakukan tidak adil, jangan sampai kamu membalasnya dengan hal yang sama. Melunaklah, karena tiap kesabaran dan keikhlasan itu taming di hatimu, tentu akan Allah balas dengan kebaikan-Nya secara sempurna.

 

Bukan kalah, karena merendah  saat marah jauh lebiih baik dari ikut marah

Kita harus tahu, mengalah ditengah dentingnya emosi itu baik. Karena mengalah bukan berarti kalah, sebab merendah disaat mereka amarah jauh lebih baik dari ikutan marah. Dia mengatakan yang menyinggung perasaan? Seakan mengolok-mengolok harga dirimu? Tidak jadi masalah, asal semua yang dikatakannya tidak pernah kamu lakuin.

 

Allah tak pernah tidur. Dia Maha melihat yang terjadi. Pasrahlah kepadaNya

Sadarlah, Allah tidak pernah tidur, Dia melihat semua yang terjadi, termasuk perbuatannya kepadamu.

Maka pasrahlah hanya kepada-Nya, jangan keburu emosi, sebab semua yang dia lakukan adalah urusan Allah, dan percayalah bila Allah yang mengurusnya maka tentu semuanya akan sempurna.

 

Tak usah mengadili. Biar Allah mengadili secara sempurna, biar dia salah pada kita

Yang harus dilakuin hanya urus hatimu agar tenang, ikhlas, dan bisa memafkan. Jangan pernah putus tali persaudaraan hanya sebuah kesalahan, karena saat kita putus tali silaturrahim maka kita memutus jalannya kebaikan yang datang dari Allah.

 

Bagaimana cara agar hati tetap tenang? Yaitu, kamu tidak usah mengadilinya dengan kesalahan yang dia perbuat, biar Alah yang mengadili secara sempurna, bila memang dia bersalah kepadamu.

 

Jangan hapus pertemanan dan persaudaraan hanya karena sebuahg kesalahan

Intinya, jangan lenakan emosimu ketika orang lain, berbuat salah kepadamu, karena kesalahan bila diselesaikan dengan cara yang salah maka akan menimbulkan masalah. (Lailiyatus Saadah; Bahan dari :  https://humairoh.com/jangan-meghapus-persaudaraan-hanya-suatu-kesalahan-namun-hapuslah-kesalahan-demi-lanjutnya-persaudaraan/

Kamis, 25 Juni 2020

Dosa Besar Mencuri Diam-Diam



 Khutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Amma ba’du …

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman. Itulah nikmat yang paling besar yang wajib kita syukuri.

Dan kita diperintahkan untuk bertakwa kepada-Nya sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya. Perintah takwa ini sebagaimana disebutkan dalam ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

(QS. Ali Imran: 102)

Shalawat dan salam kepada sayyid para nabi, nabi akhir zaman, rasul yang syariatnya telah sempurna, rasul yang mengajarkan perihal ibadah dengan sempurna. Semoga shalawat dari Allah tercurah kepada beliau, kepada istri-istri beliau, para sahabat beliau, serta yang disebut keluarga beliau karena menjadi pengikut beliau yang sejati hingga akhir zaman.

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Dalam khutbah kali ini, kami ingin membedah secara ringkas mengenai hukum mencuri dan mudaratnya. Karena begitu merajalela pencurian di mana-mana, maka butuh dijelaskan ancaman-ancamannya dalam syariat kita.

 

Apa itu mencuri?

Mencuri dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti mengambil barang milik orang lain tanpa izin atau dengan tidak sah, biasanya dengan sembunyi-sembunyi.

Secara lughah (bahasa Arab), mencuri disebut dengan as-sariqoh yang berarti mengambil sesuatu diam-diam.

Secara istilah syari, as-sariqoh adalah orang berakal baligh mengambil sesuatu dengan kadar nishab tertentu atau punya nilai tertentu, masih milik orang lain, tidak syubhat di dalamnya, dan mengambilnya secara diam-diam. Demikian disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 24:292.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah (24:292), disebut as-sariqoh jika memenuhi empat rukun:

Ada pencuri

Ada orang yang dicuri barangnya

Ada harta yang dicuri

Mengambilnya diam-diam.

Tentang hukuman bagi yang mencuri disebutkan dalam surah Al-Maidah,

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌفَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah: 38 dan 39)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

أَنَّ امْرَأَةً سَرَقَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَ بِهَا الَّذِينَ سَرَقَتْهُمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذِهِ الْمَرْأَةَ سَرَقَتْنَا. قَالَ قَوْمُهَا فَنَحْنُ نَفْدِيهَا – يَعْنِى أَهْلَهَا – فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اقْطَعُوا يَدَهَا ». فَقَالُوا نَحْنُ نَفْدِيهَا بِخَمْسِمِائَةِ دِينَارٍ. قَالَ « اقْطَعُوا يَدَهَا ». قَالَ فَقُطِعَتْ يَدَهَا الْيُمْنَى فَقَالَتِ الْمَرْأَةُ هَلْ لِى مِنْ تَوْبَةٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « نَعَمْ أَنْتِ الْيَوْمَ مِنْ خَطِيئَتِكِ كَيَوْمِ وَلَدَتْكِ أُمُّكِ ». فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِى سُورَةِ الْمَائِدَةِ (فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ.

“Sesungguhnya ada seorang wanita mencuri di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas wanita itu dihadapkan pada orang-orang yang dicuri barangnya. Lantas mereka yang barangnya dicuri berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah, ini ada wanita yang telah mencuri.’ Keluarganya pun berkata, ‘Biar kami yang menebusnya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, ‘Potonglah tangannya.’ Keluarganya berkata, ‘Biar kami tebus dengan 500 dinar (sekitar 1 Milyar rupiah, pen.).’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap mengatakan, ‘Potonglah tangannya.’ Lantas tangannya sebelah kanan dipotong (lantaran mencuri). Wanita tersebut kemudian mengatakan, ‘Apakah taubatku masih tetap diterima, wahai Rasulullah?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya. Engkau pada hari ini telah terhapus kesalahan-kesalahanmu sebagaimana keadaan saat engkau dilahirkan oleh ibumu.’ Maka turunlah firman Allah dalam surah Al-Maidah, ‘Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (HR. Ahmad, 2:177 dan Al-Haitsami dalam Al-Majma, 6:276. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

 

Sebenarnya jika seseorang menjaga shalat, maka shalat akan pelan-pelan mencegahnya dari tindakan mencuri.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan,

إِنَّ فُلاَنًا يُصَلِّيْ بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحَ سَرِقَ؟ فَقَالَ: “إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُوْلُ

“Ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata, “Ada seseorang yang biasa shalat di malam hari namun di pagi hari ia mencuri. Bagaimana seperti itu?” Beliau lantas berkata, “Shalat tersebut akan mencegah apa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad, 2:447, sanadnya sahih kata Syaikh Syuaib Al-Arnauth).

Dalam ayat disebutkan,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45).

 

Para ulama mengingatkan keras mengenai perbuatan mencuri.

Imam Adz-Dzahabi memasukkan mencuri dalam dosa besar nomor ke-21 dalam kitabnya Al-Kabair.

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa hukum potong tangan dulu terjadi pada zaman Jahiliyah, lantas Islam menyetujui hukum ini dengan penambahan syarat-syarat tertentu. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3:394.

Imam Ahmad rahimahullahmengatakan bahwa jika seseorang membeli barang yang ia ketahui telah dicuri oleh seseorang, maka ia dihukumi sama-sama mencuri. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Masail Al-Imam Ahmaddiriwayatkan oleh Al-Baghawi (681).

 

Terakhir …

Ada beberapa mudarat dari mencuri:

Mencuri itu menafikan kesempurnaan iman.

Mencuri merupakan salah satu dosa besar dalam Islam.

Mencuri menunjukkan kehinaan dan tak berharganya diri.

Mencuri membuat orang lain menarik diri darinya karena tidak adanya lagi jaminan terjaganya harta mereka.

Mencuri menyebabkan hukuman di akhirat dan aib di dunia.

Mencuri menyebabkan orang-orang tidak merasakan keamanan walau itu suatu yang remeh (kecil).

Doa para pencuri itu sulit dikabulkan oleh Allah.

 

Moga Allah menyelamatkan kita dari berbagai kemungkaran, menyelamatkan kita dari akhlak tercela, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya.

 

Demikian khutbah pertama ini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

 

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

Referensi:

  • Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Agama Kuwait.
  • Nadhrah An-Na’im fii Makarim Akhlaq Ar-Rasul Al-Karim shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cetakan kesembilan, Tahun 1435 H. Musyrif: Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid, ‘Abdurrahman bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Malluh. Penerbit Darul Wasilah. Jilid kesepuluh.
  • Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Imam Ibnu Katsir. Tahqiq: Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.



Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
 https://rumaysho.com/21323-khutbah-jumat-dosa-besar-mencuri-diam-diam.html