Pada masa pencegahan Covid-19, kita memindahkan aktivitas ibadah dari masjid ke rumah, termasuk shalat Idul Fithri. Meski dikerjakan di rumah, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat Idul Fithri secara berjamaah
Keterangan mazhab Syafi’i ini dapat ditemukan pada Kitab Nihayatuz Zain karya Syekh M Nawawi Banten.
Artinya, “Jenis kedua dari shalat sunnah yang ditentukan waktunya adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (shalat dua Id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha). Shalat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 106).
Tidak ada adzan dan iqamah dalam shalat Idul Fitri. Bisa diganti bacaan:
Shalat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat sebelum khutbah.
Apabila imam lupa tidak bertakbir sebanyak 7 kali (setelah takbiratul ihram langsung membaca Fatihah) atau tidak bertakbir pada rakaat kedua sebanyak 5 kali, maka shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.
Hendaknya semua keluarga ikut mendengarkan khutbah. Khutbah tidak perlu panjang, cukup memenuhi rukun yakni membaca Tahmid, Shalawat, membaca ayat Al-Qur’an, menyampaikan wasiat takwa, dan berdoa memohon ampun. Begitu juga di khutbah yang kedua.
Berikut panduan sholat Id:
1. Pelafalan niat shalat id.
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman/ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
2. Takbiratul ihram
Allāhu akbar
Adapun berikut ini adalah zikir yang dibaca saat jeda antara takbir:
Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
1. bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
2. al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
3. ar-raḥmānir-raḥīm
3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
4. māliki yaumid-dīn
4. Pemilik hari pembalasan.
5. iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
6. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
5. Membaca Surat Al-A’la
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ١1. sabbiḥisma rabbikal-a'lā
1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,
2. allażī khalaqa fa sawwā
2. Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).
3. wallażī qaddara fa hadā
3. Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
4. wallażī akhrajal-mar'ā
4. dan Yang menumbuhkan rerumputan,
5. fa ja'alahụ guṡā`an aḥwā
5. lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.
6. sanuqri`uka fa lā tansā
6. Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
7. illā mā syā`allāh, innahụ ya'lamul-jahra wa mā yakhfā
7. kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
8. wa nuyassiruka lil-yusrā
8. Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat),
9. fa żakkir in nafa'atiż-żikrā
9. oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,
10. sayażżakkaru may yakhsyā
10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
11. wa yatajannabuhal-asyqā
11. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
12. allażī yaṣlan-nāral-kubrā
12. (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),
13. ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
13. selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.
14. qad aflaḥa man tazakkā
14. Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
15. wa żakarasma rabbihī fa ṣallā
15. dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
16. bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā
16. Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,
17. wal-ākhiratu khairuw wa abqā
17. padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
18. inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā
18. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
19. ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā
19. (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
6. Rukuk dengan thma’ninah
7. Tasbih rukuk (3 kali)
Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bi hamdih.
8. I‘tidal dengan thuma’ninah.
9. Doa i’itidal
Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syay’in ba‘du.
10. Sujud dengan thuma’ninah.
11. Tasbih sujud (3 kali)
Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.
12. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.
13. Doa duduk di antara dua sujud
Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
14. Sujud dengan thuma’ninah.
15. Tasbih sujud (3 kali).
Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
14. Sujud dengan thuma’ninah.
15. Tasbih sujud (3 kali).
Subhāna rabbiyal a‘lā wa bi hamdih.
16. Duduk istirahat sejenak (sedurasi bacaan subhānallāh) sebelum bangun untuk melaksanakan rakaat kedua.
17. Takbir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi diri).
Allāhu akbar.
1. Takbir tambahan sebanyak 5 kali sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
2. Membaca Surat Al-Fatihah
3. Membaca Surat Al-Ghasyiyah.
1. hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah
1. Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?
2. wujụhuy yauma`iżin khāsyi'ah
2. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,
3. 'āmilatun nāṣibah
3. (karena) bekerja keras lagi kepayahan,
4. taṣlā nāran ḥāmiyah
4. mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. tusqā min 'ainin āniyah
5. diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
6. laisa lahum ṭa'āmun illā min ḍarī'
6. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
7. lā yusminu wa lā yugnī min jụ'
7. yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.
8. wujụhuy yauma`iżin nā'imah
8. Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
9. lisa'yihā rāḍiyah
9. merasa senang karena usahanya (sendiri),
10. fī jannatin 'āliyah
10. (mereka) dalam surga yang tinggi,
11. lā tasma'u fīhā lāgiyah
11. di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.
12. fīhā 'ainun jāriyah
12. Di sana ada mata air yang mengalir.
13. fīhā sururum marfụ'ah
13. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,
14. wa akwābum mauḍụ'ah
14. dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
15. wa namāriqu maṣfụfah
15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,
16. wa zarābiyyu mabṡụṡah
16. dan permadani-permadani yang terhampar.
17. a fa lā yanẓurụna ilal-ibili kaifa khuliqat
17. Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?
18. wa ilas-samā`i kaifa rufi'at
18. dan langit, bagaimana ditinggikan?
19. wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat
19. Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?
20. wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat
20. Dan bumi bagaimana dihamparkan?
21. fa żakkir, innamā anta mużakkir
21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.
22. lasta 'alaihim bimuṣaiṭir
22. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
23. illā man tawallā wa kafar
23. kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,
24. fa yu'ażżibuhullāhul-'ażābal-akbar
24. maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
25. inna ilainā iyābahum
25. Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,
26. ṡumma inna 'alainā ḥisābahum
26. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka.
4. Rukuk dengan thma’ninah.
5. I‘tidal dengan thuma’ninah.
6. Sujud dengan thuma’ninah.
7. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.
8. Sujud dengan thuma’ninah
9. Duduk tasyahhud akhir (tawarruk)
At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.
10. Membaca Salam
Dalam situasi covid-19, pelaksanaan shalat Idul Fithri tetap dianjurkan di rumah dengan jumlah jamaah terbatas. Setelah shalat dua rakaat, imam atau khatib yang telah ditetapkan oleh keluarga berdiri untuk menyampaikan dua khotbah. Wallahu a’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar